Terkait Lampu Jalan, Dua Wartawan Kabupaten Buru Diancam Parang

  • Whatsapp
banner 468x60

Namlea, LiraNews – Pejabat kepala Desa Masarete. Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Ahmad Belatu, mengancam Dua Wartawan yang keseharian bertugas di Kabupaten Buru menggunakan Golok/ Parang.

Kedua wartawan tersebut yakni, Media Online Bratapos.Com atas nama Sarbin Kalidupa dan Media Online,Hanter.Com atas nama Hasan Assagaf Kami Kemarin 13/2 2020 pukul 17,50 Wit.

Kejadian ancaman dengan Parang/Golok itu lantaran dua kuli tinta mendatangi sang kades di kediamannya di Kota Namlea untuk melakukan Konfirmasi terkait pembayaran uang lampu yang menjulang tinggi dan harga barang/ Lampu tersebut belum dilunasi sang kades.

Sementara bendahara sang kades menyatakan sikap lewat telepon Selurer bahwa, lima buah Lampu jalan bermerek Standar Nasional Indonesi (SNI) dari PT Cahaya Indonesia tahun anggaran 2019 sudah diselesaikan dengan pihak kontraktor pengadaan Lampu dan uang tersebut.

“Beta sudah serahkan kepada pak kades untuk selanjutnya di serahkan ke pihak kontraktor, namun hingga saat ini bukti pembayaran dari pak kades melalui pihak distributor juga, beta belum terima,” ujar Bendahara Desa Masarete.

Saat kedua wartawan menemui pejabat Kades Ahmad Belatu di kediaman, Kamis kemarin, menjelaskan bahwa, uang lima buah lampu sudah di bayar tiga buah ke pihak Perusahaan PT Cahaya Indonesia dan sisa dua buah lampu milik perusahan tersebut akan dibayar nanti pada awal tahun 2020.

Namun dugaan kuat hingga kini dua buah Lampu jalan belum dilunasi sang kades, sementara pihak bendahara sudah menyerahkan uang lampu lima buah/per buah sebesar 28 juta dikali lima buah.

“Uangang tersebut beta sudah di serahkan kepada pak Kades,” katanya.

Pertanyaan yang bertubi- tubi dari dua wartawan mengarah ke pejabat kades Masarete dan pertanyaan itu tidak bisa terjawab dengan baik.

Akhirnya sang Kades naik pitam dengan suara lantang menyatakan bahwa “Demi Allah Swt beta tidak makan uang Lampu.”

Suara Lantang sang kades itu mengundang masyarakat yang berlalu lalang mengerumuni.

Selain dua wartawan juga didampingi salah satu pegawai Dkistributor dari PT. Caha Indonesia, ketika bertanya sang kades bahwa RAP yang dikantongi pak desa ada perbedaan dengan RAP yang dikeluarkan Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa(BPMD) Kabupaten Buru.

Mendengar pertanyaan dari pegawai distributor, sekejab sang kades naik pitam dan memukul meja tamu yang beralaskan kaca sehingga berhamburan diatas lantai.

“Bukan itu saja, sang kades dengan suara lantang kamong tunggu di situ. Beberapa detik kemudian sang kades kebelakang bagian dapur dan keluar dengan Golok/ Parang,” ujar dua wartawan Kabupaten Buru.

Karena merasa terancam dengan parang dua Kuli tinta bersama pihak distributor, menghindar diri dari amukan sang kades yang mengunakan barang sajam/parang.

“Seketika itu pula saya sudah meninggalkan rumah kades dan kembali ke rumah kediaman saya,” kata wartawan Bratapos.Com/Sarbin Kalidupa. LN-AK

banner 300x250

Related posts

banner 468x60