Terungkap di Bogor, Perdagangan Anak Melalui Prostitusi Online

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto: GG salah seorang mucikari saat ditangkap dan digiring ke Makopolres Bogor untuk dimintai keterangan
Bagikan:

Jakarta, LiraNews – Dua pelaku jaringan perdagangan anak untuk tujuan eksploitasi seksual komersial dengan modus prostitusi online di Kabupaten Bogor masing-masing dilakukan  Y perempuan berusia 28 tahun dan  GG  laki-laki berusia 30 tahun yang  diungkap Satuan Reserse Umum (Satreskrimum) Polres Bogor  terancam pidana 15 tahun  penjara.

Mengingat perbuatan dan tindakan dua pelaku memperdagangkan anak-anak untuk tujuan eksploitasi seksual komersial merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, Komnas Perlindungan Anak akan terus mengawal kasus perdagangan manusia melalui  prostitusi ini dan untuk penegakan hukumnya,  Komnas Anak sebutan lain dari Komnas Perlindungan Anak juga akan berkoordonasi dengan Polres Bogor.

“Bagi siapapun yang memfasilitasi dan memanfaatkan anak-anak untuk tujuan mencari keuntungan,  tidak ada kata konpromi dan Damai”. Dengan demikian,  sesuai dengan ketentuan  pasal 2 UU RI Nomor : 21 Tahun 2007 tentang Pemberantadan Tindak Pidana Perdagangan Orang  (TTPO) junto UU RI Nomor : 23 tahun 2002 yang telah diubah menjadi UU RI Nomor :  35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta pasal 296 KUH Pidana,  pelaku terancam 15 tahun penjara dan meminta Polres Bogor menempatkan kasus prostitusi online sebagai tindak pidana khusus dan luar biasa.”

Arist Merdeka Sirait

Disamping itu, dengan terbongkarnya kasus perdagangan anak untuk tujuan eksploitasi seksual komersial ini, Komnas Perlindungan Anak mendesak segera Bupati dan Walikota Bogor untuk menjadikan  kasus ini menjadi masalah prioritas yang harus segera ditangani.

“Sesungguhnya,  terbongkarnya kasus prostitusi anak ini bukanlah untuk yang pertama sekali. Kasus ini sudah sering terjadi,  hanya saja penanganannya masih sangat lambat sekali,” ujar Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait kepada sejumlah media di Studio Komnas Anak TV  dibilangan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (27/10/2019)

Y  dan GG  diketahui sebagai mucikari memasarkan perempuan-perempuan muda yang masih tergolong usia anak kepada pelanggannya melalui WhatsApp. Keduanya berhasil ditangkap di salah satu Hotel di Sentul,  Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, Selasa 15 Oktober sekitar pukul 19.40 WIB.

Selain mengamankan kedua tersangka,  Polisi juga meminta keterangan dari anak yang diduga dipekerjakan untuk melayani hidung belang melalui modus operandi kedua mucikari  memasang foto-foto anak-anak usia sekitar 14-16 tahun  di akun media sosial .

Kemudian pelaku berkomunikasi dengan pelanggan lalu kemudian mengantarkan korban ke hotel yang sudah dipesan ungkap,  Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni kepada sejumlah wartawan Rabu 23 Oktober di Mako Polres Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Muhammad Joni

Menurut AKBP M. Joni, saat penangkapan, Satreskrimum Polres Bogor mengamankan kedua pelaku dan  anak  yang  menjadi korban eksploitasi  seksual komersial serta menyita sejumlah barang bukti antara lain 3 buah handphone,  1 buah kondom,  1 buah baju korban,  1 buah handuk,  1 buah mobil Honda Brio dan uang sejumlah Rp. 3.000.000 (Tiga Juta Rupiah).

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas kasus ini,  pelaku dapat dikenakan dengan pasal berlapis yakni pasal 2 Undang-undang Nomor  : 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUH Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara,” Arist menjelaskan. LN-RON

Mon Oct 28 , 2019
Cimahi, LiraNews  – Peringatan puncak Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat Kota Cimahi Tahun 2019, digelar di Pemkot Cimahi, Jln. Raden Demang Hardjakusumah, No1, Harja Kusumah, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu (27 /10/2019). Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi membuka langsung acara bertema mengembangkan ragam budaya produk lokal dan […]