Tiga Sipir Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Sufmi Dasco: Serahkan Pada Aparat Penegak Hukum

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Tiga orang sipir akhirnta ditetapkan tersangka dalam kasus kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, dirinya menyerahkan semua keputusan tersebut kepada aparat penegak hukum.

Read More
banner 300250

“Saya pikir soal Lapas Tangerang kita serahkan kepada aparat penegak hukum. Tidak mau berandai-andai terhadap siapa yang salah, siapa yang harus ditetapkan menjadi tersangka. Biarkan itu menjadi ranah penegak hukum,” kata Dasco kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (21/9/2021).

Dasco menegaskan, agar hal ini tidak terulang kembali, maka dirinya menganggap perlu revisi Undang-Undang (UU) mengenai Pemasyarakatan (PAS).

“Sekali lagi kami sampaikan, perbaikan terhadap kondisi lapas itu sangat perlu, terhadap aturan-aturannya juga perlu kita revisi, UU yang mengatur itu juga tetap harus kita jalankan untuk kemudian supaya regulasinya bisa mencegah hal-hal seperti ini tidak terjadi kembali,” tutur Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini.

Legislator asal Dapil Banten 3 ini meyakini, siapa pun menkumham dan dirjennya, tidak akan sanggup mengatasi hal ini apabila tidak ada regulasi yang mengatur hal ini

“Karena kalau ini tidak dijalankan, siapapun menteri, siapapun dirjennya akan kejadian lagi berulang kali seperti saat ini,” pungkas Sufmi Dasco Ahmad.

Sebelumnya, Penyidik Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam peristiwa kebakaran lapas kelas I Tangerang.

Hasilnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kebakaran yang menewaskan 49 orang itu.

“Dalam hasil gelar perkara yang dilakukan tadi pagi sudah ada penetapan 3 orang tersangka,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Polda Metro Jaya, Senin (20/9/2021).

Tubagus menerangkan tiga tersangka itu adalah para pegawai lapas yang bertugas saat malam kejadian. Tiga tersangka itu berinisial RU, S, dan Y.

Tubagus menjelaskan, hingga saat ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 53 saksi. Dalam gelar perkara tersebut polisi juga telah mengumpulkan beberapa alat bukti di antaranya pemeriksaan saksi, ahli hingga penyitaan barang bukti di TKP.

“Ada 53 saksi yang kita periksa termasuk saksi pelapor kemudian beberapa alat bukti dikumpulkan, keterangan saksi dan ahli sudah lengkap,” jelas Tubagus.

Penetapan tiga tersangka tersebut atas persangkaaan di pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan meninggalnya seseorang. Sementara, penetapan tersangka dalam pengenaan 187 KUHP terkait unsur kesengajaan dan Pasal 188 KUHP terkait unsur kelalaian masih memerlukan alat bukti tambahan.

“Tiga tersangka itu untuk objek perkara dalam pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Sementara untuk pasal 187 dan 188 KUHP belum ada penetapan tersangka karena memerlukan alat bukti dan pemeriksaan saksi tambahan,” pungkas Tubagus.

Related posts