Tim Kuasa Hukum : Habib Rizieq Jadi Tersangka, Rekayasa Dan Memaksa Kehendak

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Tim kuasa hukum Panglima Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS), Sugito Atmo Prawiro menegaskan, bahwa tim kuasa hukum menegaskan akan melakukan perlawannan hukum dengan mengajukan praperadilan terkait ditetapkannya HRS sebagai tersangka.

“Secepatnya kita akan melakukan praperadilan. Ini rekayasa dan memaksakan kehendak,” ujar Sugito kepada wartawan.

Walau sangat sumir buktinya, kata Sugito, Habib Rizieq sudah mengetahui statusnya saat ini telah berubah menjadi tersangka.

Namun, lanjutnya, mengenai kepulangan HRS dari Arab Saudi akan menunggu perkembangan keadaan selanjutnya.

Sementaran itu, Ketua tim pengacara Habib Rizieq Syihab, Eggi Sudjana mengaku belum mau berbicara banyak tentang langkah hukum pascapenetapan tersangka terhadap kliennya.

“Pengajuan praperadilan merupakan tehnis hukum yang siap ditempuh. Jadi nanti saja,” kata Eggi.

Menurut mantan penasehat hukum Komjen Budi Gunawan saat berhadapan dengan KPK dirinya merasanya tidak merasa kesulitan saat harus memenangkan HRS di persidangan praperadilan.

“Dua alat bukti disebut polisi ini lemah, praperadilan yakin bisa dimenangkan,” tegas dia.

Ia  beserta tim advokasi masih melihat bahwa status tersangka ini adalah buah balas dendam setelah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis dua tahun penjara terkait kasus penodaan agama.

“Pokoknya Praperadilan itu teknis, tapi itu nanti saja kita lakukan. Karena ini bukan kasus hukum, ini politik balas dendam,” tandasnya.

Seperti dikabarkan, Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi berupa chat seks. Rizieq Shihab juga dikenai pasal yang sama dengan Firza Husein.

Meski hingga kini belum diketahui persis, siapa penyebar pertama screenshoot percakapan bermuatan pornografi yang diduga dilakukan HRS dan FH pada Januari lalu tersebut.

Firza telah dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Firza Husein pun terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono  mengatakan, bahwa setelah gelar perkara Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (29/5/2017), telah meningkatkan status HRS dari saksi menjadi tersangka.

“HRS melanggar Pasal 4, 6 dan 8 UU Tahun 2008 Terntang Pornografi,” pungkasnya. LN-JMP

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Tue May 30 , 2017
LiraNews.Com