Tim LIRA Sultra Ungkap Ratusan TKA China Yang Bekerja di PT.VDNI

  • Whatsapp
banner 468x60

Kendari, LiraNews – Persoalan video dan keterangan Kapolda Sultra yang salah membuka tabir beberapa dugaan kejahatan yang terjadi di PT VDNI. Dari Hasil Investigasi Tim LIRA Sultra, informasi yang sementara didapat dari Konawe diantaranya ratusan TKA China yang bekerja di PT.VDNI tidak menggunakan Visa Kerja tetapi hanya menggunakan Visa Kunjungan.

“Apa yang terungkap di video yang beredar adalah sebagian Kecil dari kejahatan Ketenagakerjaan, dimana mereka masuk Ke Indonesia hanya menggunakan Visa Kunjungan tetapi aktualisasinya mereka bekerja di sana,” ungkap Bupati LIRA Konawe, Aswan kepada media, Rabu (18/3/2020).

Dia menegaskan, negara tidak boleh tinggal diam melihat kejadian ini harus segera melakukan tindakan hukum, data informasi yang disampaikan oleh Kapolda mengenai 49 TKA sampai salah.

“Ini juga diakibatkan oleh adanya Informasi dari pihak PT.VDNI yang kami anggap hoax. Oleh sebab Itu kami minta Mabes Polri Segera periksa Managemen PT.VDNI di mana Manager Eksternal Affairs PT VDNI, Indrayanto memberikan Keterangan Palsu di Media Tanggal 16 Maret 2020. Hal inilah kami duga sehingga Kapolda Sultra salah menerima Informasi,” ujarnya.

Kedua dari Kiri : Eksternal Affairs Manager PT VDNI, Indrayanto (rambut cepak) bersama Bupati Lira Konawe, Aswan

Berikut potongan Informasi di media tertanggal 16 Maret 2020 oleh PT.VDNI, “Puluhan TKA itu bekerja di perusahaan pemurnian nikel yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) yang ada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).”

Eksternal Affairs Manager PT VDNI, Indrayanto, membenarkan bahwa TKA tersebut bekerja di PT VDNI, dan jumlah TKA yang tiba di Bandara itu sebanyak 49 orang. Indrayanto juga menegaskan bahwa puluhan TKA itu baru tiba dari Jakarta setelah mengurus perpanjangan visa kerja.

Ryan Latief, selaku Wapres DPP LIRA dan Waketum SP.KEP.KSPSI (Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) berdasarkan hasil investigasi Bupati LIRA Konawe dilapangan juga mendapat data bahwa Reklamasi Pantai yang dilakukan oleh PT.VDNI melalui PMS perusahaan yang dipercaya Virtue untuk melakukan pembangunan pelabuhan di Virtue tidak memilik izin karena amdalnya tidak ada.

“Bahkan Kementrian Perhubungan sudah menegur pihak PT.VDNI. begitu pula DPRD Konawe sudah membahasnya tapi tetap saja jalan. Ada apa ?? Siapa oknum penguasa dibalik PT.VDNI?? Ini harus segera diungkap karena diduga Negara banyak dirugikan dengan hal ini,” cetus Ryan. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60