Tokoh Kahmi: Standar Bernegara Kita Sudah Turun

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ferry Mursyidan Baldan menilai situasi politik nasional yang berkembang belakangan ini, terlihat menjadi begitu memprihatinkan sudah tercabik-cabik dan saling menghujat.

“Yang menyedihkan adalah ketika standar bernegara kita turun, hingga logika dan nalar menjadi hilang. Ini tidak boleh,” ujar Ferry pada forum diskusi Polisi Islam di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu.

Dia mencontohkan, kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, hingga saat ini belum terungkap dan polisi tidak mampu menangkap pelakunya.

“Yang siram Novel siapa? Nggak terungkap kan. Giliran kasus teroris ditembak, tapi tetap terungkap. Ini kan pertanyaan mendasar. Logika dan nalar jadi hilang, itu yang saya maksud standar turun,” ujar Ferry

Mantan Menteri  Agraria dan Tata Ruang itu mengingatkan, negeri ini tidak boleh menjadi bangsa yang pendendam. Sebab menurutnya, sikap itu justru akan mengarah kepada perpecahan.

“Jangan menjadi bangsa yang pendendam. Ketika logika dan nalar tidak menyambung, itulah yang saya katakan menurunnya standar bernegara. Negeri ini adalah negeri yang sejak jaman dahulu sudah menghormati kemajemukan,” tegasnya.

Forum diskusi yang digelar di kampus peninggalan Nurcholis Madjid ini, juga menampilkan narasumber lainnya, diantaranya CEO Polmark Indonesia Eep Saefulloh Fatah, Gubernur NTB Muhammad Zainul Madji alias Tuan Guru Bujang (TGB) dan Kaprodi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina Fuad Mahbub Siradj. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60