Tolak Kasasi! La Luna Ajukan Peninjauan Kembali

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Tenggarong —Sengketa tanah antara La Luna dengan PT Rea Kaltim Plantations, berlanjut setelah pihak La Luna tidak menerima putusan kasasi yang dinilai tidak adil, akibatnya LA Luna melalui kuasa hukumnya memohon peninjauan kembali atau dikenal dengan nama PK.

Selain itu, La Luna melaporkan majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut ke komisi yudisial (KY), sebuah lembaga pengawasan bagi hakim.

Tim hukum menilai bahwa ada kekeliruhan hakim dalam memutuskan perkara, sehingga itulah menjadi dasar permohonan PK selain alasan PK adanya bukti baru atau dikenal dengan Novum.

“ Alasan PK bukan  hanya ada bukti baru tapi ada kekeliruan hakim dalam pertimbangan putusannya,” kata Advokat, Andi Sudirman, SH di Pengadilan Tenggarong.

Advokat asal Makassar ini bersama tim kuasa lainnya mendaftarkan permohonan PK pada 12 Oktober 2018 dengan Nomor: 07 PK/PDT – AS/XI/2018, kepada Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Ketua Pengadilan Negeri Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Propinsi Kalimantan Timur.

“ Kami sudah daftar sisa tunggu jawaban atas permohonan PK, semoga bisa segera diketahui jawaban dari MA,” ujar Andi Sudirman SH didampingi tim kuasa hukum lainnya, Irsyad Djafar, SH.

Langkah PK ini menurut kuasa hukum, ditempuh sebagai respon atas putusan kasasi Mahkamah Agung RI Nomor: 1102 K/PDT/2018 tertanggal 16 Juli 2018, terkait sengketa lahan atau tanah milik La Luna seluas kurang lebih 24,79 Ha (Dua Puluh Empat Koma Tujuh Puluh Sembilan Hektar) di area perkebunan yang diduduki PT PT Rea Kaltim Plantations di Desa Long Belah Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara.

Diketahui bila permohonan PK tersebut telah dikirim berkasnya oleh PN Tenggarong nomor W.18-U4/1516/HK.02/IV/2019 tertanggal 16 April 2019 ke Mahkamah Agung RI Up. Direktur Pranata Tata Laksana Perkara Perdata Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI atau 6 (enam) bulan setelah pendaftaran peninjauan kembali (PK) oleh La Luna dengan kuasa hukumnya.  LN-TIM

 

 

 

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Mon Jun 17 , 2019
LiraNews.Com