Tolak RUU Omnibus Law, Para Buruh Gelar Aksi Besar-besaran

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja semakin luas dan menjadi-jadi.

Ribuan buruh dari berbagai organisasi akan turun unjuk rasa. Bukan hanya di Jakarta, tapi juga 25 Provinsi di seluruh Indonesia, Selasa (25/8/2020).

Read More

banner 300250

Untuk aksi di Jakarta, puluhan ribu massa akan terjun ke depan Gedung DPR dan kantor Kemenko Perekonomian.

Bahkan sejak pukul 10.00 WIB, para buruh sudah bergerombol, kompak dan rapat bagai pasukan lebah yang siap menggagalkan RUU Omnibus Law.

Terkait materi tuntutan, Wakil Ketua Umum Bidang OKK Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) HM. Jusuf Rizal menegaskan bahwa demo ini memang harus dilakukan karena muatan RUU Omnibus Law sangat merugikan para buruh.

Omnibus Law itu, jelas Jusuf Rizal, akan menghilangkan upah minimum, menghilangkan pesangon. Kemudian membuat sistem karyawan kontrak tanpa batas waktu, hilangnya jaminan sosial, serta memudahkan terjadinya PHK.

Ia juga menegaskan, jika RUU Omnibus Law ini sampai lolos, maka dampak buruknya bagi buruh sangat fatal. Sebab tenaga para pekerja bisa dieksploitasi tanpa batas waktu kerja yang jelas.

“Buruh outsourching bisa di semua jenis pekerjaan, dan pekerja asing untuk posisi buruh kasar bisa bebas keluar masuk Indonesia,” ungkapnya.

Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA Bermuri mengingatkan, Omnibus Law selain memicu kerancuan hukum, juga akan menghilanglan sanksi pidana bagi pelanggaran terhadap buruh.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60