Tujuh Tersangka Korupsi di Disdik Sumbar Ditahan

DITAHAN; Inilah ke tujuh tersangka kasus korupsi di Dinas Pendidikan Sumatera Barat yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sumbar.

Padang, LiraNews—Setelah melalui serangkain penyelidikan dan penyidikan, akhirnya Kejati (Kejaksaan Tinggi), Sumatera Barat resmi menahan 7 dari 8 tersangka kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan daerah ini.

Mereka dijebloskan ke kandang situmbin di Rutan (Rumah Tahanan) Anak Aie, setelah diperiksa secara marathon Kamis (06/06/2024) sore, termasuk seorang Kepala Biro dilingkungan Pemprov Sumbar.

Hardimen, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Kejati Sumbar kepada media di Padang mengatakan, tujuh dari delapan tersangka dugaan kasus korupsi dilingkungan di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar resmi ditahan.

Satu diantaranya Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Karo Pem Otda) Sumbar, Doni Rahmat Samulo.

Tujuh tersangka itu terlihat menggunakan rompi merah muda dengan kondisi tangan diborgol.

“Kami dari penyidik kejaksaan telah memeriksa seluruh tersangka yang hadir hari ini sebanyak tujuh orang. Dari yang dipanggil itu sebanyak delapan orang, yang tidak hadir inisial BA, selaku Direktur CV Sikabaluan.

Ini sudah panggilan kedua, kami sudah dia dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kami akan tangkap di manapun dia berada,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar, Hadiman kepada awak media.

Sesuai bocoran yang sempat LiraNews.com sepakan lalu, tepatnya Jumat tanggal 31 Mei 2024, seyogyanya pihak Kejati Sumbar sudah akan melalukan penahanan terhadap para tersangka, namun karena BA waktu itu juga tak hadir, maka penahanan terhadap para tersangka ditunda, dan pihak penyidik berharap Direktur CV Sikabaluan Jaya Mandiri itu hadir dalam panggilan kedua Kamis kemarin.

Namun, ternyata yang bersangkutan tak nongol, maka pihak penyidik di Kejati Sumbar memasukan BA dalam daftar DPO (Daftar Pencarian Orang) dan selanjutnya melakukan penahanan terhadap 7 tersangka.

“Mereka sudah ditetapkan tersangka sejak minggu kemarin, dan per hari ini kami tahan di Rutan Kelas IIB Anak Air  Padang dan Lapas Perempuan  Padang (untuk tersangka E) selama 20 hari ke depan,” sambungnya.

Yang ditahan salah satunya berinisial “S” yang merupakan rekanan dari CV Inovasi Global, yang bersangkutan telah mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi senilai Rp60 juta dari total Rp69 juta yang harus dikembalikan.

“Uang itu sudah kami sita, sisanya dalam waktu dekat akan dikembalikan lagi, dia hanya terima dua persen dari nilai kontrak Rp4 miliar. Kami sangat mengapresiasi tersangka yang mengembalikan hasil kerugian negara yang dihitung auditor kepada kami dan ini dijadikan alat bukti (dalam persidangan),” katanya.

Dari 7 orang yang ditahan, empat orang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkup Pemprov Sumbar.

Sisanya merupakan rekanan atau pihak ketiga (vendor) yang bekerjasama dengan Disdik dalam sejumlah proyek yang digarap.

Penetapan tersangka dalam perkara tersebut, katanya, dilakukan setelah tim Penyidik Kejati Sumbar mengantongi dua alat bukti yang sah dalam perkara.

Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto pasal 18 Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(***)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *