Tuntaskan Masalah Karhutla, Perlu Langkah Extra Ordinary Bentuk Badan Khusus di Bawah AURI

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews – Munculnya bencana asap di sejumlah daerah di tanah air yang akibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti yang terjadi kawasan Sumatera dan Kalimantan, bukan saja telah menyulitkan kehidupan masyarakat di daerah tersebut namun menyebabkan banyak elemen masyarakat terkena penyakit ISPA (sesak nafas akibat udara kotor dan asap).

“Pada sisi lain, permasalahan karhutla belum sepenuhnya dituntaskan oleh pemerintah baik sumber masalah maupun dampak yang ditimbulkannya,” ujar Ketua DPP Golkar Bidang Ekokraf Ricky Rachmadi di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Untuk menangani dan menanggulangi bencana akibat kebakaran hutan atau lahan baik di Sumatera dan Kalimantan, perlu dilaksanakan secara extra ordinary (luar biasa). Oleh karena itu harus dilakukan dengan membentuk badan khusus secara nasional yang menangani pemadaman kebakaran hutan atau lahan.

Menurutnya, keberadaan badan khusus tersebut harus berada di bawah Angkatan Udara RI (AURI), disebabkan AURI lah yang memiliki sumberdaya manusia serta sarana dan prasarana yang terhitung memadai.

“Apalagi, melalui pendekatan jalur udara dan fasilitas pendukungnya di bawah AURI yang juga dinilai kompeten,” ungkapnya.

Ricky mengatakan, atas dasar kemampuan AURI itu maka kelak Indonesiaku akan memiliki skwadron (tim atau pasukan angakatan udara) yang bertugas khusus untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

“Pelaksana tugas badan khsusus itu selain dalam operasi komando AURI, juga harus berkoordnasi dengan pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat yang terkait dengan kebijakasan pemeliharaan dan
pengaman hutan dan lahan,” jelas Ricky.

Ia menambahkan, keberadaan badan khsusus itu juga dapat membantu pemerintah daerah dan masyarakat
setempat dalam rangka kerjasama perlindungan hutan dan lahan serta dampak permasalahannya, di samping dalam
kaitan mengupayakan pencegahan kebakaran hutan secara lebih jauh dapat membentuk pula tugas jaringan patroli rutin bersama elemen lain.

“Kemudian, juga dapat membantu aparat pemerintah dan masyarakat sekitar guna merehalilitasi hutan dan lahan sebagai akibat adanya kebakaran, termasuk memberi tindakan tegas terhadap pihak mana pun yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan,” ujarnya. LN-RED

Thu Sep 26 , 2019
Probolinggo, LiraNews – Kapolresta Probolinggo dihari pertama, Kamis (26/9/2019), langsung menggelar Gebyar Expo Barang Bukti Pencurian, ditandai dengan pengambalian barang bukti berupa sepeda motor kepada pemiliknya. Puluhan kendaraan hasil kejahatan dan tilang siap diambil oleh pemiliknya, dengan Jumlah 21 Kendaraan roda dua dan 2 kendaraan roda empat mulai Tanggal 26-30 […]