Tuntut Cabut Aturan Jam Malam, Pekerja Hiburan Malam Tolak Perwali No 33 Tahun 2020

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – Warga Surabaya yang tergabung dalam kelompok pekerja seni dan tempat Rekreasi Hiburan Malam (RHU) menggelar aksi damai di depan Kantor Pemerintahan Kota Surabaya (Balai Kota), Surabaya, Senin (3/8/2020).

Aksi damai itu terkait penerapan Perwali no 33/2020 yang berdampak langsung terhadap mata pencaharian dan nasib keluarganya.

Read More

banner 300250

Mereka menuntut pencabutan penerapan jam malam yang membatasi jam operasional tempat hiburan dan hiburan malam dicabut. Pasalnya, sudah kurang lebih tiga bulan mata pencaharian mereka mandek gegara pandemi virus corona.

Ketua Badan Pekerja dan Buruh Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Nurdin Longgari mengatakan bahwa aksi damai di depan Balai Kota Surabaya terkait Perwali no 33 tahun 2020 yang dianggap sangat merugikan para pekerja seni dan RHU.

Menurut Nurdin Longgari, dampaknya tidak hanya bagi pengusahanya, tetapi justru yang paling utama kepada karyawan, sekuriti, pekerja seni, DJ dll.

“Adanya Perwali no 33 tahun 2020, membuat para pekerja seni dan RHU tidak bisa bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya, padahal mereka semua itu warga Kota Surabaya. Rakyatnya Bu Risma juga,” tegas Nurdin.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Wali Kota Risma segera mencabut pemberlakukan Perwali no 33 tahun 2020, yang kemudian kembali ke Perwali no 28 tahun 2020.

“Perwali no 28 tahun 2020 sudah bagus dan jelas artinya. Melonggarkan RHU boleh buka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Menanggapi aksi damai ini, sekretaris Komisi D DPRD Surabaya yang membidangi Kesra, dr.Akmarawita Kadir mengimbau agar Pemkot Surabaya melakukan revisi terhadap Perwali no 33/2020.

“Memang tidak ada larangan di Perwali itu, tetapi dari Dinas Pariwisata menyatakan akan menutup jika ada RHU yang buka. Jadi sebenarnya yang diperkuat itu adalah pelaksanaan protokol kesehatannya,” ucap Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Surabaya ini.

Oleh karenanya, dia mempersilahkan kepada para pekerja seni dan RHU untuk menyuarakan pendapatnya, namun pada saat pelaksanaan aksi damai juga tetap menerapkan protokol kesehatan dan tidak anarkis.

“Semoga Pemkot Surabaya betul-betul mendengarkan aspirasi pekerja seni dan RHU. Saya mendukung kasi damai tersebut,” tegas adik kandung Adies Kadir anggota DPR-RI ini.

Pasalnya, lanjut Akmarawita, dirinya mengaku jika Komisi D DPRD Surabaya telah menyampaikan keluhan para pekerja seni dan RHU ke Pemkot Surabaya, setelah mendengarkan semua keluhan para pekerja seni dan RHU di Gedung DPRD Surabaya. “Karena Perwali no 33 tahun 2020 ini dampaknya memang sangat luar biasa,” pungkasnya. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60