Ucapkan Kata-Kata Bernada Ancaman, Kpai Prihatin Anak-Anak Santri Dimanfaatkan Pihak Lain

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Aksi penolakan FDS (Full Day School) yang dimotori oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang keprihatinan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pasalnya aksi yang dilakukan oleh para santri telah mengeluarkan kata-kata bernada ancaman.

Dalam aksi tersebut terlihat anak-anak menggunakan baju koko, sarung dan kopiah tengah dilengkapi spanduk dan membawa bendera NU seraya meneriakkan takbir dan memekikkan ucapan “bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga.”

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty mengatakan, masih ada cara lain yang lebih efektif untuk menyampaikan aspirasi atas suatu kebijakan.

Dia menegaskan, adanya ucapan atau ujaran kasar sebagaimana dimaksud tidak sesuai dengan etika dan moral kebangsaan kita. Apalagi hingga berteriak “membunuh” hanya untuk menolak suatu kebijakan.

“Membunuh tidaklah dibenarkan dalam ajaran agama apapun, bertentangan dengan tata aturan perundang-undangan, dan bukan cerminan murni jiwa anak-anak,” ujar Sitti kepada media, Senin (14/8/2017).

Menurutnya, ucapan atau ujaran kasar yang dilontarkan anak-anak dalam aksi demonstrasi menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah sangat tidak patur dan berbahaya bagi kembang tumbuh anak.

“Pasalnya, anak-anak dididik dan disekolahkan agar nantinya mereka dapat lebih beradab dan berkasih sayang  untuk hidup bermasyarakat,” katanya.

Daripada melakukan aksi turun ke jalan, ia mengimbau, sebaiknya saluran aspirasi penolakan atas suatu kebijakan diganti dengan dialog untuk mencapai kesepakatan.

“KPAI percaya negara mendengar setiap aspirasi warga negaranya asalkan disampaikan dengan santun dan membuka diri untuk berdialog,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, KPI mengimbau agar semua pihak menahan diri dan tidak memanfaatkan anak untuk kegiatan atau aktivitas yang sangat membahayakan tumbuh kembangnya.

KPAI prihatin adanya pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan anak untuk kepentingan tertentu, seolah rasa kasih sayang di antara sesama anak bangsa sudah mulai luntur.  LN-DIT

banner 300x250

Related posts

banner 468x60