UKM Nusantara Solusi Tingkatkan Ekonomi Pelaku Usaha Masa Pandemi

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi salah satu solusi untuk mengatasi ekonomi di masa Pandemi Covid-19. Peluang ini masih terbuka lebar untuk mengembangkan usaha saat perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Untuk itu, Ketua UKM Nusantara Chandra Manggi merasa terpanggil untuk bergelut didunia Usaha Kecil Menengah. Perempuan ramah dan cantik yang saat ini dipercaya sebagai Wakil Sekjen di LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dan Bendahara Umum di MOI (Media Online Indonesia) mengaku terus berjuang untuk melawan kemalasan.

Read More

banner 300250

“Hidup itu adalah perjuangan dan perjuangan pasti ada tantangan. Disitu tantangan demi tantangan menjadikan salah satu hasil proses perjuangan menuju kesuksesan,” ujar Chandra Manggi pada HUT ke 2 MOI di Depok baru-baru ini.

Untuk lebih jelas, berikut petikan wawancara Reporter liranews.com (LN) bersama Chandra Manggi (CM).

LN : Bagaimana pengelolaan UKM saat ini ?

CM : UKM yang saya ketuai disini dibawah naungan organisasi UKM Nusantara yang berjalan sudah dua tahun. Kami kerja sama dengan tiga kementerian, seperti Kementerian Sosial, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Desa Tertinggal.

Misi-Visinya ada tiga, Pertama, Perindustrian dan Kedua adalah Pemasaran serta yang Ketiga adalah Permodalan. Untuk saat ini UKM di Indonesia alami penurunan, tapi dengan pandemi Covid-19 UKM jangan sampai terpuruk. Adanya upaya UKM Nusantara menjadi salah satu solusi walaupun itu sedikit tapi ada.

Sebenarnya, pada tanggal 28 Agustus 2020 UKM Nusantara sudah mempunyai 130 gerai baru di pusat grosir Solo tepatnya di Kota Klewer. Sistemnya bagi hasil dan ownernya, pemiliknya adalah Bapak Willy, owner dari Restoran Adem Ayem. Alhamdulillah, pada acara tersebut dihadiri oleh Sekertaris Menteri Bapak Prof. Rully juga dihadiri oleh pihak Bank Indonesia, Bank Mandiri dan OJK.

Ini salah satu solusinya, kecil tapi nyata dengan bergeraknya UKM Nusantara yang berada di Solo dan sudah terbentuk kurang lebih ada 18 provinsi di Indonesia.

Untuk saat ini, UKM diberikan potensi dan program dari Pak Presiden Jokowi. Dana BLT ini menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh pelaku UKM khususnya. Dana BLT sebanyak 2,4 juta tentunya menjadi solusi nyata program dari pemerintah.

Nah, bergabung dengan UKM Nusantara tidak ada dana pungutan atau apapun. Yang jelas ini benar-benar sebuah organisasi hanya untuk kemajuan UKM.

LN : Produk apa saja yang menjadi fokus utama UKM ?

CM : Produknya adalah, Pertama kuliner, Kedua adalah fashion, Ketiga “handicraft” atau kerajinan dan yang Keempat komoditi. Dari keempat Sinergi ini, kita juga menggali potensi pariwisata lokal. Pariwisata kita gali bukan hanya dilihat dari segi keindahan pemandangannya, tapi didalam wisata itu kita bisa mengakomodir para pelaku UKM. Pelaku UKM bisa memberikan kenang-kenangan, salah satunya cenderamata dan oleh-oleh khas daerah tersebut.

LN : Lalu dalam memasarkan produk-produk, apakah memiliki kesulitan?

CM : Usaha itu tidak ada namanya proses tanpa ada kesulitan. Semua kesulitan dan hambatan ada. Adanya kesulitan dan hambatan itu juga menjadikan proses pematangan kita dalam kewirausaha.

LN : Bagaimana perkembangan UKM di Jakarta ?

CH : Kalau untuk DKI Jakarta, salah satu program satu tahun ke depan yakni kerjasama dengan warung rakyat, juga pihak swasta. Jadi salah satu wacana, ada program tentunya ada progresnya dan kita akan membangun dari wilayah Sulawesi Selatan Makassar.

Kita awali dengan dana CSR yang ada, berkolaborasi dengan pihak swasta dimana kita akan memproduksi dan akan menjual produk-produk khususnya kewilayah Kabupaten. Hal tersebut menjadi tujuan utama untuk perputaran ekonomi para pelaku UKM. Satu hal lagi, jangan mengaku bangsa Indonesia kalau kita sendiri tidak memakai dan membeli produk Indonesia.

LN : Sepertinya anda sangat bersemangat memberdayakan pelaku usaha, tentu ini menjadi tantangan tersendiri ?

CM : Hidup itu adalah perjuangan dan perjuangan pasti ada tantangan. Disitu tantangan demi tantangan menjadikan salah satu hasil proses perjuangan menuju kesuksesan. Tantangan yang sangat memberikan PR kepada khususnya dari saya sendiri, untuk mensuport para pelaku UKM.

LN : Terakhir, apa yang anda sampaikan pada para pelaku usaha?

CM : Bagi yang belum mempunyai izin jangan berkecil hati. Apabila sudah mempunyai izin dan memproduksi, kita ada program untuk “branding”. Nah, kalau sudah ada ijin, sudah ada “branding” produksi dan bingung tentang pemasaran, maka kami menyiapkan salah satu solusi yang kecil tapi bersama UKM.

Saya himbau kepada para pelaku UKM untuk mencontoh orang-orang keturunan, Tionghoa yang selalu ulet dan sukses. Disitu adalah salah satu kejutan buat kita. Kenapa mereka bisa, kita tidak bisa. Nah salah satunya perang harus menang. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60