Usai Aksi Tolak Omnibus Law, Polisi Tangkap Buruh

  • Whatsapp
banner 468x60

Tangerang, LiraNews – Sembilan aktivis serikat buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) ditangkap aparat polisi pada hari Rabu, 4 Maret 2020, sehari usai aksi tolak Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).

Dua di antara yang ditangkap adalah anggota FSBN – KASBI. Mereka ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Imron, pengurus SBN-KASBI PT Victory Cingluh, ditangkap sekitar pukul 12 malam tadi di rumahnya.

Sementara Siswoyo, ketua SBN-KASBI PT Longteng, ditangkap di rumahnya pada pukul 03.00 pagi tadi. Selain itu, tujuh aktivis serikat buruh lainnya lainnya seperti Ahmad Tablawi, M. Sarpin, Tasino, Jejen Setiawan, Juli Mabruri, M. Surya Agus, dan Irpan Hadi Suryana ditangkap juga oleh aparat kepolisian, namun belum ada informasi lengkap terkait kronologi penangkapannya.

Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten
Dedi Sudarajat, S.H, M.H, M.M, mengatakan, bahwa
perjuangan menolak Omnibus law mendapat ujian dan tantangan yg membuat kita justru semakin kuat dan bersatu untuk tetap menolak omnibus law.

“Perjuangan menolak Omnibus law yang dilakukan oleh AB3 (Aliansi Buruh Banten Bersatu) pada hari selasa 2-Maret-2020 berhasil menkonsolidasikan kekuatan pekerja/buruh yang ada di Banten serta mendapatkan dukungan dari DPRD Provinsi Banten, namun perjuangan tersebut harus ditebus dengan ditangkap/jemput secara paksa dari rumah masing-masing tadi malam antara jam 23.00-03.00 WIB beberapa tokoh dan aktifis AB3 oleh Polres Kabupaten Tangerang,” ujar Ketua Presidium Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) ini.

“Oleh karena itu, sebagai bentuk solidaritas kepada keluarga besar AB3 bahkan ada Ketua DPC KSPSI Kabupaten Tangerang yang ditangkap, kita akan menjenguk dan melakukan negoisasi agar nama tersebut diatas bisa dipulangkan kembali ke rumah masing-masing,” sambung Dedi.

Akhirnya atas kerja keras Keluarga Besar AB3, Tim Gabungan Bantuan Hukum AB3 dan bantuan dari semua pihak, sampai dilaporkannya tulisan ini sudah 6 (enam) orang saudara kita yang sudah bisa kembali ke rumah (1 : KSPSI, 5 : KASBI);

“Bahwa masih ada 4 (empat) orang saudara kita dari KASBI yang masih berada di Polres, dan Insya Allah besok akan kami lanjutkan untuk melakukan berbagai upaya agar saudara kita tersebut bisa kembali ke rumah,” ungkapnya.

Sebagaimana dikabarkan, aksi penolakan Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) pada Selasa, 3 Maret 2020 di depan Gedung kantor pemerintan provinsi Banten diikuti oleh ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3). Aliansi AB3 terdiri dari SPSI, Federasi KASBI, FSPI, SPMI, GSBI, LEMKET SPSI, SPTSKSPSI, SPM, SPTP, dan serikat buruh lainnya.

Massa buruh pun keluar dari kawasan industri Krakatau Steel dan memblokir jalan masuk sebagai bentuk protes atas rancangan Omnibus Law. Sebagian massa buruh pun menyisir area pabrik, jika masih ada buruh yang bekerja, maka akan diminta berhenti dan diajak bergabung dalam barisan massa aksi.

Beberapa serikat buruh dan organisasi lainnya hari ini mengecam penangkapan tersebut, menyatakan tidak gentar dengan tindakan represifitas aparat polisi. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60