Usai Libur Kembali Macet, ITW: Pemerintah Harus Wujudkan Kamseltibcarlantas

Jakarta, LiraNews – Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mendesak kepada pemerintah untuk menegakan Kamseltibcar pasca libur Indul Fitri 1444 H yang sempat menimbulkan kemacetan diberbagai ruas jalan dengan dan berlakukan perilaku sopan di jalan.

“Untuk itu ITW mengingatkan,pasca arus mudik dan balik lebaran 2023, semua pihak baik lembaga atau instansi pemerintah bersinergi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalulintas(Kamseltibcaralantas,” kata Siahaan dalam siaran pers yang diterima LiraNews.com, Jumat (5/5).

“Beragam permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan dari mulai kesemrautan dan kemacetan serta kecelakaan sudah menjadi potret lalu lintas khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Bukan hanya nyaris mematikan aktivitas dan produktifitas masyarakat,lalu lintas juga menimbulkan kerugian materi maupun jiwa,” lanjut Siahaan.

Siahaan menuturkan, banyak permasalahan kemacetan yang disebabkan oleh angkutan ukur perlu dibenahi.

“Lalu lintas dan angkutan jalan akan menjadi permasalahan yang unresolved, apabila tidak ada solusi efektif dan parmanent. Apalagi lalu lintas bukan hanya sekadar memiliki dan mengendarai kendaraan bermotor di Jalan raya. Tetapi juga harus memiliki kesadaran tertib berlalu lintas,” jelas Siahaan.

Menurut Siahaan, persoqalan kemacetan dan kecelakaan juga karena banyak pengendara yang ugal-ugalan.

“Seringkali terlihat perilaku berlalu lintas dari yang tertib hingga ugal ugalan. Padahal pengguna jalan harus mentaati aturan, menghormati pengguna lalu lintas lainnya serta peka dan peduli akan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Ugal ugalan di jalan raya selain membahayakan diri kita juga membahayakan bagi orang lain,” ujar Siahaan.

Selain itu, Siahaan mengungkapkan, ditambah bagi perilaku tidak terpuji yang ditunjukan oleh warga dari berbagai tingkatan.

“Kerap terlihat anak anak sekolah, mahasiswa, pekerja profesional, pengemudi angkutan umum berperilaku tidak terpuji saat di jalan raya. Seperti tidak peduli bahwa jalan raya adalah sarana utama berlalu lintas sekaligus urat nadi kehidupan, tetapi dijadikan ajang permainan. Ada juga yang bergerombol dan bertindak semaunya seperti memiliki kekebalan fisik maupun hukum. Padahal, dampaknya bisa menimbulkan kerugian waktu bahkan kehilangan jiwa. Kondisi ini merefleksikan tingkat kesadaran berlalu lintas yang masih rendah,” ungkap Siahaan.

Siahaan menuturkan, akibat dari kemacetan bisa menimbulkan polusi udara yanh akan menggangu kesehatan warga.

“Kualitas berlalu lintas yang rendah berpotensi menyebabkan masalah lalu lintas seperti terjadinya perlambatan, kemacetan, kecelakaan atau masalah lalu lintas lainnya. Pembiaran atau sikap permisif atas terjadinya pelanggaran lalu lintas sekecil apapun adalah tindakan yang kontra produktif,” tegas Siahaan.

Untuk itu Siahaan mengatakan, perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk teerib di jalan.

“Membangun kesadaran berlalu lintas memerlukan political will yang kuat dan gerakan moral yang masif. Semua itu dapat dilakukan melalui edukasi sejak dini. Kamseltibcarlantas adalah upaya menyelamatkan anak bangsa dari korban sia-sia di jalan raya,” pungkas mantan Ketua Forum Wartawan Polri( FWP) ini. LN-SAP

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *