WAKETUM DPP KSPSI : MUSCABLUB PC FSPTSI-KSPSI KOTA MEDAN ILEGAL DAN LIAR

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Medan, LiraNews — Wakil Ketua Umum DPP KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), HM. Jusuf Rizal menyatakan pelaksanaan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) PC FSPTSI (Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia) Kota Medan ilegal dan liar. DPP KSPSI tidak mengenal kepengurusan FSPTSI Kepengurusan Karmen Siregar, Rizaldi Mavi dan Kalfin

“Selaku Wakil Ketua Umum Bidang OKK (Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan) DPP KSPSI dengan Ketum Yorrys Raweyai, DPP KSPSI tidak mengenal kepengurusan FSPTSI Karmen Siregar, Rizaldi Mavi dan Kalfin. Itu organisasi Serikat pekerja ilegal dan liar,” tegas Jusuf Rizal ketika diminta komentarnya melalui surat elektronik tentang pelaksanaan Muscablub PC FSPTSI Kota Medan.

Menurut pria yang juga menjadi Ketua Relawan Pekerja Buruh KSPSI dukung Jokowi-KH.Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019, DPP KSPSI sesuai dengan Surat Keputusan tertanggal 22 Maret 2016, nomor : 265/ORG/DPP KSPSI/III/2016 yang ditandatangani Ketum Yorrys Raweyai dan Sekjen Rudy Prayitno hanya mengakui federasi Serikat pekerja Transport yaitu untuk FSPTI (Federasi Serikat Pekerja Transport) dibawah Pimpinan Ketum Surya Batubara. Sementara untuk FSPTSI (Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia) dibawah Pimpinan Ketum HM. Jusuf Rizal

“Jadi jika ada yang menyelenggarakan kegiatan, menggunakan Logo serta mengatasnamakan organisasi FSPTSI-KSPSI itu adalah ilegal dan liar. Produk konstitusinya melanggar. Karena menyangkut konstitusi, bagi yang merasa dirugikan dapat melaporkannya kepada penegak hukum karena menggunakan dan mencatut nama organisasi secara tidak sah,“ tegas pria berdarah Batak-Madura itu.

Lebih lanjut dikatakan, dalam waktu dekat Wakil Ketua Umum Bidang OKK DPP KSPSI akan melakukan koordinasi dengan seluruh Kadisnaker untuk memberikan informasi tentang keabsahan organisasi Serikat pekerja dibawah DPP KSPSI. Ada 17 federasi yang tergabung.

Selain itu akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian agar jika ada pelanggaran hukum dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku. LN-RED

Sat Sep 14 , 2019
Tangsel, LiraNews – Calon Walikota Tangerang Selatan Ir. H. Ruhamaben berkeinginan Kota Tangerang Selatan memiliki Bandara Internasional sebagai lapangan terbang alternatif, sehingga kedepan Pondok Cabe bisa jadi alternatif ketika Bandara Soekarno-Hatta dan Halim penuh. “Pada dasarnya kami tidak ingin berkompetisi, selain jadwal tersibuk dan padatnya traffic hilir-mudik Bandara Soetta dan […]