Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Mencari Solusi Persoalan Radikalisme

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Liranews.com. Jakarta. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi dipercaya Jokowi untuk duduk sebagai Wakil Menteri Agama mendampingi Fachrul Razi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

“Mohon doa dan kerjasama untuk  komunikasi yang baik, sehingga program-program di Kementerian Agama dapat disampaikan kepada masyarakat secara luas. Ini salah satu amanat dari Bapak Presiden Jokowi adalah penanganan masalah radikalisme,” ujar Zainut

Mantan anggota DPR RI F PPP ini mengutarakan penanganan radikalisme akhir-akhir ini sangat penting karena semua pihak menginginkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang rukun menjunjung tinggi nilai keadaban, kesusilaan dan keagamaan.

Persoalan radikalisme, pihaknya harus mengurai masalah tersebut secara komprehensif. Demikian juga
tindakan dan gerakan yang di luar dari nilai-nilai yang selama ini dipegang teguh harus menjadi kewaspadaan.

Sebenarnyya, tambah lelaki kelahiran Jepara, Jawa Tengah, pada 20 Juli 1963, persoalan radikal tidak hanya bersumber dari keagamaan, namun dapat bersumber dari persoalan sosial, ekonomi, ketidakadilan, dan sebagainya.

Hal ini tentu menimbulkan persoalan yang kompleks. Makanya, Kementrian Agama akan mencari akar persoalan radikalisme, sehingga akan diberikan solusi yang sebaik-baiknya.

Hal ini juga mengacu kepada hasil-hasil penelitian dan lembaga survei, radikalisme sudah masuk di berbagai sektor, baik pendidikan dan militer.

“Bahkan secara terbuka pernah disampaikan Ryamizard Ryacudu. Di kalangan militer sudah terpapar masalah radikalisme,” pungkas Zainut.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin menyoroti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi untuk mengatasi radikalisme.

“Waduh sebut saja itu kementerian antiradikalisme,”katanya di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Kata Dia, Dewan pertimbangan MUI mengkritisi kalau menteri agama baru memberantas radikalisme.
Harusnya, tugas Kementerian Agama (Kemenag), bukan memberantas hal semacam itu. Namun, Kemenag memiliki peranan untuk membangun bangsa.

Kementerian Agama itu membangun moralitas bangsa, mengembangkan keberagamaan ke arah yang positif konstruktif bagi bangsa menjaga kerukunan meningkatkan kerukunan kualitas keagamaan.

“Itu fungsi – fungsinya sudah ada sejak kelahirannya,” ujarnya. LN-Abuzakir Ahmad

Sat Oct 26 , 2019
Jakarta, LiraNews – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau meraih Juara pertama dalam kategori Inovasi Pengawasan Pemilu Terbaik se-Indonesia pada Bawaslu Award 2019 tadi malam di Jakarta. Sebagaiman diketahui Bawaslu Award adalah sebuah ajang pemberian penghargaan bergengsi pada pengawasan pemilu di Indonesia yang diadakan Bawaslu RI setiap kali usai melaksanakan […]