Walikota Bohong, Tes Corona di RS Unair Tidak Gratis

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – Warga kecewa dengan periksa tes corona di RS UNAIR Surabaya tidak gratis sesuai janji Walikota Surabaya. Padahal sehari sebelumnya dlaunching oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharani pemeriksaan tes virus corona di RS Unair gratis alias diranggunf pemerintah.

Rumah sakit Unair yang di tunjuk menjadi salah satu lembaga resmi tes pemeriksaan corona oleh pemerintah Kota Surabaya, ternyata tidak sanggup dengan melayani warga. Pasalnya, warga ingin diperiksa membludak karena gratis.

” Saya Datang inisiatif sendiri karena saya pernah bertemu teman yang pernah ke luar negeri,” kata Hana, warga Jalan Petemon Surabaya.

Masih kata Hana, banyak dari mereka datang sendiri ke poli khusus corona setelah tahu Walikota Surabaya Tri Rismaharani atau akrab di sapa Risma ini menyediakan layanan gratis apabila ada warga yang ingin mengecek kesehatannya.

Bahkan janji risma akan menyediakan ambulance gratis dan antar jemput bagi warga yang rumahnya jauh agar bisa periksa jika kondisinya tidak sehat dan dikawatirkan terjangkit virus corona.

” tapi saya dengar tadi disuruh banyar karena pemeriksaan tidak ditanggung BPJS dan pemkot. Hal tersebut membuat saya urung memeriksa diri,” terangnya

Sementara Samsurin, ketua DPC PBB Kota Surabaya, mendengar adanya warga yang merasa tertipu adanya informasinya gratis ternyata tidak gratis, mengatakan, informasinya terkahir yang dia terima, yakni yang positif terkena corona pasien bebas tidak membayar, tapi kalau negatif ya mereka tetap bayar.

“Malahan para dokter dan tenaga medis RS Unair yang urunan dari kantong pribadinya untuk melayani warga yang datang periksa kesehatan . karena pemkot surabaya tidak siap menyediakan finansial, untuk operasionalnya,” ujarnya.

Masih kata Samsurin, dirinya meminta pada pemkot surabaya agar berkomitmen. Pengorbanan para tenaga paramedis ini tak hanya soal waktu kerja saja yang over time. Tapi juga mereka rentan tertular kalau misalnya ada yang positif covid-19 ini.

” Saya tidak ingin Ibu Risma melakukan pecitraan kebablasan. Ini kan namanya membohongi masyarakat Surabaya, disaat kesadaran mereka mulai sigap menjaga kesehatan akibat wabah corona, Lha kok malah menambah beban masyarakat dengan statmen pemeriksaan gratis. Kalau gak siap itu ojo woro woro,” jelasnya.

Pria asli Warga Teluk Lamong ini menambahkan, mending ikuti anjuran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa agar meminimalisir seluruh bentuk kegiatan yang mengumpulkan masa. Kalau seumpama warga di suruh tes gratis di RS Unair jumlahnya sampai ratusan orang , apa tidak malah mudah terjadi menyebaran virus corona di sana.

“Saya harap pada masyarakat surabaya , kalau memang tidak ada keluhan keluhan yang menyerupai gejala covid -19 . Mending di rumah saja dan tidak perlu datang ke rumah sakit,” imbau Samsurin, ketua DPC PBB Kota Surabaya. LN-Alamuddin

banner 300x250

Related posts

banner 468x60