Walikota LIRA Medan : Aspirasi Nelayan Tradisional Akan Diteruskan ke Menteri KKP

  • Whatsapp
banner 468x60

Sumut, LiraNews -Nelayan tradisional sampaikan aspirasi ke Walikota LIRA Kota Medan untuk ditindaklanjuti pada Menteri Kelautan Perikanan atas keberadaan Kapal ikan Pukat Trawls (Hela) dan Pukat Tarik (Seine Nets) yang semangkin menjamur di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) Jalan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (10/02/2020).

Hal ini disebabkan merosotnya penghasilan nelayan tradisional dikarenakan rusaknya biota laut akibat banyaknya pukat yang sudah dilarang oleh Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) masih beroperasi.

“Kami sudah sampaikan keluhan ke berbagai instansi pemerintah terkait tapi hanya sesaat berhenti, setelah itu mereka beroperasi kembali dan kami tidak mengetahui apa kerja instansi tersebut”, ucap Herman (40) nelayan tradisional, warga Jalan Ujung Tanjung Pasir, Kelurahan Bagan Deli Belawan, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

“Gross Tonage (GT) kapal mereka diduga banyak yang tidak sesuai dengan fisiknya dan perlu di ukur ulang, begitu juga dengan status surat kapal mereka yang sangat dicurigai”, ujar Budi (45) nelayan tradisional, warga Kampung Nelayan Seberang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Walikota LIRA Kota Medan, Drs Sam’an Lubis saat dipertanyakan awak Media seputar aspirasi nelayan tradisional tersebut mengatakan, kita akan klarifikasi segala aspirasi para nelayan tradisional untuk dapat ditindaklanjuti sampai ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI).

“Tim akan kita bentuk, kemudian mempertanyakan masalah surat izin kapal-kapal ikan yang dikeluarkan oleh Dinas Perikanan Provinsi Sumatra Utara dan Dinas Perikanan Pemko Medan termasuk instansi terkait lainnya”, ucapnya.

“Apabila sudah akurat dengan bukti yang cukup maka akan kita tindak lanjuti sampai ke Pusat berdasarkan temuan dilapangan”, lanjutnya.

Ketua KNTI Kota Medan, M. Isa Al Basir ketika dikonfirmasi awak Media prihal yang sama dilain tempat menjelaskan, KNTI berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi nelayan tradisional.

“Seharusnya instansi terkait lebih bijak menyikapi aspirasi nelayan tradisional dan jangan buat aturan diatas peraturan, Permen KKP sudah jelas-jelas mengatakan Pukat Trawls dan Pukat Tarik dilarang pemerintah karena dapat merusak biota laut tapi kenapa masih dapat berjalan,” Tegasnya.

“Jangan karena faktor x aparatur negara tutup mata dan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baru saling menuding serta mencari-csri kambing hitam”, tutupnya. LN-WIN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60