Warga Bawean Kepuhteluk Penjaring Ikan Terseret Arus Ombak Pantai

Gravatar Image
  • Whatsapp

Bawean, LiraNews-Warga Nelayan tradisional penjaring ikan asal Desa Kepuhteluk Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik Jawa Timur di pulau Bawean dilaporkan hilang tenggelam terseret arus.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Kepuhteluk ,Kepala Desa Tamyiz mengatakan, mendapat informasi adanya orang tenggelam terseret arus salah satu nelayan tradisional yang menangkap ikan dengan menggunakan jaring dipinggiran karang di Dusun Telukkemur terseret arus tenggelam sekitar Pukul 16:00 WIB, Jum’at (12/8/2022).

“Kejadian. pada Jum’at sore, Awalnya ada empat (4) nelayan yang pergi melaut merupakan warganya atas nama Asy’ari (30) Dusun Tanahrata, dan tiga orang lagi dari Dusun Karessek diantaranya: Abdul Fayyath (30), Safir (18), Sahlul (32). Saat itu Abdul Fayyath dan Asy’ari sedang memasang jaring di tengah laut disepanjang pinggiran karang, sedangkan Sahlul dan Safir berada di bagian pinggir pantai yang tidak jauh dari dua rekannya,” kata Kades sesuai keterangan dari warga setempat dilokasi kejadian.

Selanjutnya, beberapa saat kemudian korban Abdul Fayyath tiba-tiba terseret arus dan tenggelam. Hal ini diketahui oleh Asy’ari dan langsung menolongnya, namun usahanya tidak membuahkan hasil justru dirinya juga terseret arus dan tenggelam.

Mengetahui hal tersebut, dua rekannya yang tidak jauh dari tempat kejadian langsung bergegas menolongnya, namun semua itu sia-sia dikarenakan air laut sudah mulai surut dan waktu itu ombak cukup besar yang mengakibatkan adanya arus kuat dan akhirnya salah satu orang berlari ke darat untuk memintak pertolongan dari warga setempat.

“Selain melakukan pencarian korban tenggelam pihaknya juga menginformasikan kepada semua nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian, bahwasanya korban masih belum diketahui keberadaannya,” ujarnya, Sabtu (13/8/2022).

Dan teman korban segera melaporkan ke pihak Pemerintah Desa setempat. Dan Pencarian korban yang tenggelam akan dilakukan selama satu minggu kedepan .

“Korban tenggelam yang sudah ditemukan pada waktu kejadian. Atas kejadian tersebut Bripka Shodiq Susanto menghimbau kepada nelayan saat pergi melaut untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan,” sebutnya.

Setelah mengetahui informasi tersebut, Kades bersama warga beramai-ramai berangkat dengan mengunakan perahu jhukung untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian. “Selang dua jam kemudian korban atas nama Abdul Fayyath ditemukan disekitar lokasi kejadian dalam kondisi sudah meninggal dunia dan Asy’ari sampai saat ini belum diketemukan, hal ini pihaknya langsung melaporkan ke pihak aparat yang berwajib,” ungkap Tamyiz.

Aparat keamanan Polsek Tambak dipimpin langsung oleh Iptu Saifuddin beserta jajarannya setelah mendengar informasi tersebut langsung mendatangi ke lokasi kejadian, pada waktu itu salah satu korban tenggelam sudah ditemukan meninggal dunia dan dibawa ke rumah duka di Dusun Karessek sekitar Pukul 19:00 WIB.

Danpol 1043 Satuan Polisi Airud Polres Gresik Resort Bawean, Bripka Shodiq Susanto mengatakan, bahwa insiden tenggelamnya dua nelayan jaring ikan ditepi pantai yang menimpa warga Desa Kepuhteluk Kecamatan Tambak, satu korban yang belum ditemukan atas nama Asy’ari asal Dusun Tanahrata. Namun pencarian terus dilakukan bersama pihak Pemdes Kepuhteluk, beserta keluarga korban. Dan dibantu oleh warga setempat. LIRA – SAN

Related posts