Warga Desa Bakan Tutup Akses Jalan Masuk PT J-Resources Bolaang Mongondow

  • Whatsapp
banner 468x60

Bol-Mong, LirqNews – Keluh kesah rakyat pada Pemerintah demi mendapatkan kesempatan dalam menikmati kekayaan alam sekitar seolah diabaikan. Pemerintah dalam hal ini merupakan tempat pengaduan rakyat, sebab pelayanan terhadap rakyat jelas telah diatur dalam Pasal 22 UU Minerba tentang kriteria penetapan WPR dan IPR, Pemerintah Daerah Bupati/Walikaota dapat mengeluarkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) terutama pada penduduk sekitar, baik bersifat perseorangan, kelompok, dan atau Koperasi dengan luasan untuk perseorangan maksimal 1 (satu) Hetare, Kelompok masyarakat maksimal 5 (lima) Hektare, dan Koperasi 10 (sepuluh) Hektare, dengan jangka waktu maksimal 5 (lima) Tahun.

Namun demikian, teriakan histeris di hadapan gedung mewah milik masyarakat seolah terabaikan, sehingga sebagian besar masyarakat Desa Bakan melakukan blockade akses jalan menuju lokasi Pertambangan PT J-resuorces Bolaang Mongondow, Rabu, (8/7/2020). Mereka menuntut keadilan atas perlakuan pada mereka dalam usaha sebagai penambang tradisional.

Salah seorang Ibu rumah tangga dalam pertemuan kecil di rumah Ketua Aliansi Masyarakat Desa Bakan (AMDB) Jun Mokoagow, disaksikan oleh Kepala Desa Bakan, Kapolsek Lolayan, dan Tokoh Masyarakat Bakan, menyampaikan, bahwa pemblokiran jalan merupakan wujud kekecewaan masyarakat terhadap tindakan para petugas dalam melakukan tindakan penutupan usaha tambang tradisional.

“Saya hanya masyarakat bodoh, tidak faham dengan hukum, namun perlu diketahui bahwa dalam pemblokiran jalan sekarang itu merupakan wujud kekecewaan masyarakat terhadap tindakan para petugas dalam melakukan tindakan penutupan usaha tambang tradisional kami,” katanya.

Dia mengaku heran kepada para petugas, kenapa masyarakat hanya bekerja seperti itu kemudian ditangkap lalu kemudian di jebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan Ilegal mining, dan lainnya jelas jelas melakukan penggusuran menggunakan alat berat tidak di tangkap.

“Memang penglihatan kami bahwa benar petugas lebih mementingkan J-resources lalu kemudian mengorbankan masyarakat, seperti contoh, apa benar lokasi milik Tole dan Iwan Maleke sudah di bayar oleh Perusahaan, jika itu benar, perlihatkan bukti pembayarannya, sebab jujur bila penutupan jalan sedang di lakukan oleh masyarakat, itu adalah spontanitas dari masyarakat, tapi bila itu berhasil di buka oleh petugas, saya akan melakukan penutupan yang lebih sadis lagi di lahan milik saya, sudah lama sekali mereka (J-Resources) gunakan, tidak ada toleransi sedikitpun pada pemilik, sampai sampai mereka (J-Resources) melakukan penyerobotan membuat Pos penjagaan dalam lahan milik saya tanpa pemberitahuan,” tegasnya.

Oleh sebab itu dia menegaskan, akan melakukan penutupan jalan sebelum ada penyelesaian sesuai keinginannya. Karena itu adalah haknya dan dia rela mati demi memperjuangkan kepentingan banyak orang.

“Jika saya memang di takdirkan mati dalam lokasi milik saya, maka pasti mereka akan menulis nama saya dalam pusara dengan tinta emas, kerena memperjuangkan kepentingan banyak orang,” tegasnya.

Disisi lain, Kepala Desa Bakan saat mendengarkan keluh kesah masyarakatnya tersebut mengatakan, “ ini murni apa yang di ucapkannya, saya selaku Pemerintah Desa tetap mencari solusi terbaik, agar dalam permasalahan ini tidak ada yang di rugikan, selaku Pemerintah tentunya tetap mengutamakan kepentingan Rayat sepanjang tidak bertentangan dengan aturan yang ada.”

Ketua Aliansi Masyarakat Desa Bakan, Jun Mokoagow mengatakan, langkah yang di ambil oleh sebagian masyarakat semata-mata spontanitas dari masyarakat.

“Sebagai yang di percayakan mengetuai Aliansi ini berpesan, terutama pada perusahaan PT J-Resources agar segera berkoordinasi dengan Pemerintah sebelum terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, pinta Jun Mokoagow,” imbuhnya.

Tokoh masyarakat Desa Bakan pula selaku mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode kemarin A.Y.Mamonto mengatakan, ucapan masyarakat seperti ini memang sudah sewajarnya, dan ini murni dari ucapannya, terucap kata ini tentu ada penyebabnya.

“Sudah saatnya Perusahaan dalam hal ini PT J-Resources memperhatikan penyampaian atau keluhan ini, jangan lagi hanya menebarkan janji, sebab bila di ingat-ingat, terlalu banya janji dari Perusahaan yang hingga kini tidak terealisasi,” ucap A.Y.Mamonto.

Sayangnya dalam pertemuan kecil itu tidak seorangpun dari perwakilan Perusahaan PT J-Resources yang dapat di mintai tanggapan, media mencoba hingga ke lokasi pemblokiran jalan oleh masyarakat, namun tidak sempat bertemu dengan pihak Perusahaan J-Resources untuk dimintai tanggapan terkait tindakan masyarakat tersebut. LN-Sutimin Tubuon

banner 300x250

Related posts

banner 468x60