Wasekjen Mui: Iklan Kampanye Ahok-Djarot Menyesatkan Dan Berbahaya

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Wakil Sekretatis Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menilai video kampanye pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat memojokan umat Islam.

Dia mempertanyakan apa maksudnya video tersebut, apakah orang Islam digambarkan orang jahat? Menurutnya iklan tersebut jauh dari nilai Kebinekaan yang digaungkan oleh pasangan Ahok-Djarot,

“Iklan kampanye ini berbahaya sekali karena menyesatkan makna Bhinneka. Oleh karena itu, saya meminta KPU dan Bawaslu menarik iklan tersebut, sebab iklan kampanye tersebut menyesatkan dan berbahaya,” ujar Tengku kepada media.

Dalam UUD 45 Pasal 28 E, jelasnya, setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

“Berdasarkan undang-undang tersebut, maka setiap WNI berhak menjalankan hidup sesuai agamanya. Termasuk dalam memilih pemimpinnya,” katanya.

Dalam Islam di Alquran dan hadits, sebutnya, umat Islam harus memilih pemimpin sesuai dengan agamanya.

Lalu, Tengku mempertanyakan, apakah jika warga Manado yang mayoritas Nasrani kemudian memilih pemimpin Nasrani berarti tidak Bhinneka. Apakah kalau warga NTT yang mayoritas Nasrani memilih pemimpin Nasrani berarti tak Bhinneka?

“Makanya bahaya sekali kalau menafsirkan Bhinneka itu berarti membuang agamanya,” tegasnya.

Seperti diketahui, dalam video kampanye tersebut, terlihat dua orang wanita, satunya masih remaja dan satunya seorang ibu. Keduanya terlihat panik karena mobil mereka dirusak massa.

Kemudian sekumpulan pria dengan baju putih dan peci digambarkan berteriak-teriak melakukan aksi demo yang menimbulkan kerusuhan. LN-JMP

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Mon Apr 10 , 2017
LiraNews.Com