Wiranto: Sudahi Demo, RUU Telah Ditangguhkan

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto meminta para mahasiswa menyudahi aksinya. Pasalnya, lima undang-undang yakni RUU KUHP, Pertahanan, Permasyarakatan, Minerba dan RUU Ketenagakerjaan telah ditangguhkan.

“Lima undang – undang yaitu, RUU KUHP , Pertahanan, Permasyarakatan, Minerba dan RUU Ketenagakerjaan batal disahkan. Sehingga demonstrasi segera diakhiri sebab, tidak konstruktif lagi,” ujar Wiranto, Selasa (24/9/2019).

Hal senada dikatakan di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan, Presiden Jokowi saat ini sedang menghadapi banyak masalah. Untuk itu, dia meminta masyarakat dan mahasiswa untuk tidak menghina Presiden Jokowi saat berunjuk rasa.

“Harapan saya kita harus punya empati seperti itu. Jangan, lah, presiden yang menghadapi situasi yang tidak mudah ditambah lagi dengan hal-hal seperti itu. Tulisan-tulisan itu harus mencerminkan bangsa yang beradab,” katanya.

Namun, aksi demontrasi ribuan mahasiswa menolak Revisi Undang -undang (RUU) KUHP dan RUU KPK masih terus berlanjut. Sejak Selasa sore demontrasi mahasiswa diwarnai bentrokan dengan aparat kepolisian.

Dalam aksinya, mahasiswa sempat memblokade jalan tol di depan Gedung DPR-RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Akibatnya dari arah Semanggi menuju Grogol atau sebaliknya terjadi kemacetan.

Aksi demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR RI mulai ditembaki gas airmata. Semula polisi hanya menggunakan water Canon untuk membubarkan mahasiswa, namun terlihat kepulan asap gas air mata membubarkan massa yang berada di depan pagar utama gedung DPR.

Hingga pukul 01.00 WIB Rabu dinihari (25/9/2019). massa masih melakukan kerusuhan di sekitar rel Stasiun Palmerah, Jakarta Barat. Massa terus melempari gedung DPR dengan batu-batu rel, bahkan mereka membakar sejumlah motor yang parker di pertigaan rel. Polisi terus menembaki gas air mata massa untuk menghalau massa.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dheatantra Dimas kepada wartawan, Selasa malam, menegaskan massa yang rusuh itu bukanlah mahasiswa, karena  sejak pukul 22.00 Selasa malam mahasiswa sudah mulai mundur. “Bisa saya pastikan ini bukan dilakukan oleh mahasiswa,” katanya. LN-TIM

Wed Sep 25 , 2019
Makassar, LiraNews – Viral di sosial media, sejumlah anggota polisi berpakaian lengkap tanpa buka sepatu larasnya masuk masjid memburu mahasiswa. Oknum polisi dari Korps Kepolisian Polrestabes Makassar menunjukkan sikap tidak etis saat mengamankan demontrasi, Selasa (24/9/2019) di depan gedung DPRD Sulawesi Selatan. Awal beredarnya Vidio tersebut, memang mirip dengan kejadian […]