Yana Alami KDRT di Malaysia, KBRI Menutup Mata

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari waktu ke waktu masih kerap terjadi dan bisa terjadi dengan siapapun dan dimanapun. Demikian halnya yang terjadi pada Debbie Jeane Rasu (Yana) 47 tahun yang tinggal di No.K17 Kampung Batu Balai 27000 Jerantut Malaysia.

Yana mengalami perlakuan yang tidak wajar oleh suaminya Linglay Chai ALing Lee EE dan itu telah berulangkali, sehingga Yana telah melaporkan ke pihak yang berwajib bahkan sudah 7 kali melaporkan ke Polis Diraja Malaysia. Namun tidak ditindaklanjuti dengan sebagaimana mestinya.

Dengan rasa kecewa yang mendalam ada satu harapan yang dapat membantu yaitu Yana mengadukan kejadian tersebut ke pihak KBRI Kuala Lumpur. Parahnya pihak KBRI telah menyempurnakan kekecewaannya selama ini, pengaduan dia ditolak bahkan disuruh pulang ke Indonesia dan meninggalkan saja suaminya karena banyak kasus seperti ini.

“Bahkan pihak security KBRI menyuruh Yana lapor ke JPN (Jabatan Pendaftaran Negara) karena kasus seperti ini bukan urusan KBRI,” ungkap Rachman Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri Malaysia – Gabungan Aliansi Rakyat Daerah Untuk Buruh Migrant Indonesia ( DPLN Malaysia – GARDA BMI) sebagai pendamping Yana kepada media via telepon, Selasa (3/3/2020).

Debbie Jeane Rasu biasa dipanggil Yana pada tahun 2015 dipinang oleh Ling Lay Chai A Ling Lee EE, Warga Negara Malaysia dan nikah secara resmi. Sejak awal pernikahannya Yana sering diperlakukan tidak sebagaimana mesti layaknya suami isteri dan tidak bertanggung jawab dengan janji-janji sebelum pernikahan.

Kejadian itu sering berulangkali sehingga Yana mengadukannya ke polis pertama pada tahun 2018, dia diserang oleh seorang wanita yang tidak dikenal menggunakan kayu. Ternyata wanita tersebut ada hubungannya dengan suami Yana.

Kekerasan secara pisik oleh suaminya terakhir pada tgl.14 Februari 2020 ketika Yana menyampaikan keinginan kepada suaminya untuk membeli tiket pesawat pulang ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan anaknya di Indonesia pada bulan April 2020 dan hal ini sebelumnya telah diketahui oleh suaminya.

Anehnya mendengar yang disampaikan Yana lalu suaminya marah-marah dan memukulnya dari belakang dan mencekiknya. Yana berusaha melepaskan diri dia khawatir akan terulang lagi peristiwa sebelumnya pernah dikurung dalam bilik tidak boleh keluar.

Akhirnya usahanya tidak sia-sia Yana berhasil melepaskan diri dari suaminya lari ke Batu Balai dan melaporkan kejadian itu ke Polis Diraja Malaysia dan laporan ini sudah yang ke 7 di Bilik pengaduan tapi semuanya itu tidak ada tindak lanjut.

Mengingat proses hukum tidak ditindak lanjuti maka Yana berusaha menghubungi Rahman sejak tahun yang lalu yang selama ini banyak menangani berbagai permasalahan masyarakat khususnya dari Indonesia terutama masalah ketenagakerjaan.

Upaya untuk bertemu dengan Rachman berhasil melalui salah satu rekannya untuk membantu kasus yang dia hadapi.

Melalui pendampingnya Rachman, 28 Februari 2020 Yana kembali mendatangi KBRI Kuala Lumpur, namun kali ini Yana diterima dengan baik. Anehnya Rachman yang ditolak KBRI untuk mendampingi Yana. Pihak KBRI berjanji akan menindak lanjuti laporan Yana.

“Bagi saya tidak masalah dia tidak ikut serta mendampingi Yana, yang terpenting pengaduan Yana dapat ditindaklanjuti oleh pihak KBRI Kuala Lumpur dengan sebagaimana mestinya,” pungkas Rachman mengakhiri pembicaraan via telpone dengan LiraNews. LN-Mus

banner 300x250

Related posts

banner 468x60