Ylki: Pencabutan Subsidi Listrik Harus Jelas Dan Transparan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com -Pencabutan subsidi listrik seharusnya dilakukan dengan betul-betul jelas dan transparan.

Hal itu dikatakan Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo terkait pencabutan subsidi bagi 18 juta pelanggan 900 Volt Ampere (VA) sejak awal tahun 2017.

“Artinya, setiap profil konsumen yang dicabut subsidinya harus betul-betul diketahui secara jelas,” ujar Sudaryatmo di Jakarta, Sabtu (8/7/2017).

Menurutnya, hal ini penting agar konsumen yang seharusnya berhak mendapat subsidi tidak ada yang dilanggar haknya. Soal pencabutan subsidi harus ada penjelasan profil konsumen yang dicabut.

“Ini untuk memastikan, bahwa yang subsidinya dicabut tadi adalah orang yang mampu,” kata Sudaryatmo.

Selain itu, lanjutnya, rasio elektrifikasi Indonesia dinilai juga harus bisa tercapai. Desa-desa yang belum teraliri listrik mesti dapat dijangkau oleh PLN dan Pemerintah untuk optimalisasi pelayanan konsumen.

Dari rasio elektrifikasi, ada 91 persen kalau tidak salah yang sudah teraliri, sisanya ini harus bisa diselesaikan pemerintah.

Seperti diketahui, Pemerintah dan PLN sepakat melakukan pencabutan subsidi bagi 18 juta pelanggan 900 Volt Ampere (VA) sejak awal tahun 2017. Dengan adanya pencabutan itu, setiap pelanggan 900 VA nonsubsidi akan dikenakan tarif dasar listrik (TDL) sebesar Rp1.352 per kilo watt hour (kwh). 

Angka ini dua kali lipat lebih mahal ketimbang masyarakat pengguna daya 900 VA yang harus memperoleh subsidi. Berdasarkan keterangan PLN, pelanggan 900 VA yang disubsidi hanya dikenakan biaya sebesar Rp605 per kwh. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60