Zainal Jadi TKI di Malaysia, Pulang Tinggal Nama

  • Whatsapp
banner 468x60

Sampang, LiraNews – Kondisi tanah yang tandus membuat warga di Kabupaten Sampang, Madura, terpaksa bekerja ke luar negeri. Hal tersebut dilakukan karena kehidupan masyarakat di bawah garis kemiskinan dan lapangan kerja yang minim.

Sayangnya keterbatasan informasi lowongan kerja yang minim dan kurang valid serta tidak memiliki skill atau keterampilan menyebabkan tenaga TKI terjebak pada pekerja ilegal dan terjadi penipuan atau human trafficking.

Seperti yang terjadi pada salah satu TKI di Desa Batoporo Barat, Zainal yang bekerja di Malaysia selama 5 tahun dan pulang dalam keadaan meninggal dunia. Bahkan selama di Malaysia tidak pernah memberi kiriman sama sekali kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

Zainal menjadi di TKI melalui alamat kabupaten Lamongan, yang ditenggarai pemberangkatannya lewat jalur Batam yang difasilitasi oleh tekong yang mengatasnamakan Syarikat ( PT yang tidak resmi atau ilegal) untuk menyalurkan tenaga kerja.

Pemulangan jenazah pada hari Kamis tanggal, 27 Februari 2020 sebanyak 3 jenazah yang berasal dari kecamatan kedungdung 1 orang dan 2 orang dari kecamatan karang Penang. Sejak diturunkannya berita ini sudah 15 orang jenazah yang telah dipulangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang yang semuanya katagori ilegal.

“Di tahun tahun sebelumnya ada 886 TKI ilegal asal kabupaten Sampang yang dideportasi, hal ini membuktikan bahwa pemerintah kabupaten Sampang harus serius memperhatikan daerah-daerah kantong kantong TKI/PMI menjadi desa migran yang produktif atau desmigratif,” ujar Kasi Penempatan Tenaga Kerja Agus Sumarso.

Desa Desmigratif (desa migran produktif) yang sebagian besar penduduknya bekerja di luar negeri, katanya, harus diberdayakan dan dibantu membangun usaha secara mandiri produktif melalui peran aktif dari pemerintah desa dan pemangku kepentingan khususnya bagian perencanaan Diskumnaker.

“Dinas Koperasi Usaha Mikro Dan Tenaga Kerja yang membidangi ketenagakerjaan harus mampu membentuk percontohan desa desmigratif di daerah-daerah kantong TKI, memberdayakannya, melindunginya dan melayani TKI mulai dari desa sampai TKI yang akan berangkat ke luar negeri secara prosedural maupun pemberdayaan terhadap TKI purna maupun keluarga TKI yang ditinggalkan,” katanya.

Pemerintah kabupaten Sampang melalui OPD terkait harus menyegerakan adanya pembentukan desa Desmigratif yang nantinya akan melakukan kegiatan pembangunan pusat layanan migran, melakukan pemberdayaan usaha produktif dan melakukan sinergi penyelenggaraan program desmigratif dengan OPD terkait melalui kesepahaman atau MoU.

Dengan pemerintahan desa setempat dapat melakukan kapasitas pemberdayaan masyarakat desa Desmigratif melalui dana desa, menumbuhkembangkan usaha produktif desa atau kawasan pedesaan migran produktif berbasis sumber daya alam dan teknologi tepat guna.

“Melalui pelatihan pendampingan dan pembinaan agar TKI ilegal dapat ditekan dan berganti pemberdayaan masyarakat produktif di kantong-kantong TKI sehingga menjadi di desmigratif,” pungkasnya. LN-R2

banner 300x250

Related posts

banner 468x60